Pages

Senin, 16 Maret 2015

EKOSISTEM (Kelas 7 C)


Apa itu ekosistem?
Komponen yang menyususn Ekosistem?
Interaksi dalam Ekosistem?
Suksesi?

Ekosistem



Apa itu Ekosistem?
Komponen Ekosistem?
Interaksi yang terjadi dalam Ekosistem?
Suksesi?

Selasa, 10 Maret 2015

Materi UTS PLH Semester 2

Pencemaran Lingkungan (Pendidikan Lingkungan HIdup)

Materi powerpoint bisa didownload disini

Materi UTS PLH Semester 2 ini adalah tentang:
- Menjelaskan kerusakan lingkungan dan berbagai macam pencemaran lingkungan
- Mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran air, tanah, dan udara
- Menjelaskan dampak dari pencemaran air, tanah, dan udara
- Mencari solusi untuk menangani kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan 

Pencemaran Lingkungan

A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

a. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

b. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.

Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

1) Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

B. Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global
Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam

Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

C. Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

1. Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.

Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

2. Penanggulangan limbah industri
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.

Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

3. Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.

4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar















Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.

Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.

Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

6. Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.

Sumber : Grafindo media pratama

Sabtu, 07 Maret 2015

Materi untuk UTS 2 IPA (Biologi) Kelas 7 Semester Genap 2014/2015

Rangkuman Bab Organisasi Kehidupan

Organisasi Kehidupan



A. SEL
Sel Hewan
            Sel adalah penyusun tubuh makhluk hidup yang terkecil. Makhluk hidup yang tersusun satu sel disebut monoseluler/ uniseluler, dan ada yang tersusun banyak sel desebut multiseluler. Makhluk hidup bersel satu segala fungsi kehidupan dilakukan oleh sel itu sendiri, misal bakteri, Amoeba, Paramaecium sp.
Bentuk sel sangat bervariasi ada yang seperti kotak, bulat, segi lima, segi enam, bahkan ada yang tidak beraturan. Ukuran sel juga bervariasi antara 4 – 20 mikron (1 mikron = 0,001 mm).
Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki tiga bagian sel yaitu:
  1. Membran sel (selaput plasma) yaitu bagian sel yang paling luar dan bersifat elastis. Untuk sel hewan tersusun atas materi protein dan lemak, sedangkan pada sel tumbuhan terdapat didnding sel yang tersusun atas selulosa sehingga tebal dan kuat. Fungsi membran sel melindungi isi sel dan mengatur pertukaran zat.
  2. Sitoplasma yaitu cairan kental antara membran dan inti sel. Mengandung air, protein, gula, lemak, enzim, hormon, dan garam mineral. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel. Di dalam sitoplasma terdapat bagian-bagian yang disebut organel seperti mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, vakuola, badan golgi. Pada tumbuhan terdapat juga plastida, sedangkan sel hewan lisosom.
  3. Inti sel (nukleus). Berfungsi sebagai pusat pengendali dan pengatur seluruh kegiatan sel. Inti sel terdiri dari : selaput inti, kromosom, anak inti (nukleolus) dan cairan inti (nukleoplasma).

B. JARINGAN
            Jaringan dibangun oleh sel yang sama bentuk dan fungsinya. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut Histologi. Macam-macam jaringan:
  1. Pada tumbuhan
Jaringan pelindung, jaringan penunjang, jaringan parenkim, jaringan meristem, jaringan pengangkut, jaringan kambium, dan jaringan gabus.
  1. Pada manusia atau hewan
Jaringan epitel, jaringan darah, jaringan penunjang, jaringan otot, jaringan saraf, jaringan tulang, jaringan ikat, dan jaringan lemak.

C. ORGAN
            Organ adalah kumpulan berbagai macam jaringan yang bersama-sama melakukan fungsi dan tugas tertentu. Ilmu yang mempelajari struktur organ disebut Anatomi.
Macam-macam organ:
  1. Pada tumbuhan
    1. Daun terdiri atas: jaringan epidermis atas, jaringan tiang, jaringan bunga karang, dan jaringan epidermis bawah.
    2. Batang terdiri atas: jaringan epidermis, korteks, jaringan pengangkut. Jaringan meristem, silinder pusat, jaringan parenkim, dan jaringan penguat.
    3. Akar terdiri atas: jaringan epidermis, korteks, jaringan pengangkut, jaringan meristem, silinder pusat.
    4. Bunga sebagai alat perkembangbiakan.
  2. Pada manusia dan hewan
    1. Mata terdiri atas: jaringan otot, jaringan darah, jaringan saraf.
    2. Telinga terdiri atas: jaringan tulang rawan, otot, darah, saraf.
    3. Jantung terdiri atas: jaringan otot jantung, jaringan darah, jaringan saraf.
    4. Ginjal terdiri atas: jaringan otot, jaringan pembuluh darah, jaringan saraf.

D. SISTEM ORGAN
            Sistem organ adalah kumpulan organ yang bekerja sama dalam melakukan fungsi tertentu.
  1. Sistem organ pada tumbuhan
    1. Sistem transportasi terdiri atas organ pengangkut: xylem dan floem pada akar, batang, dan daun.
    2. Sistem reproduksi dilakukan oleh bunga yang menghasilkan biji.
    3. Sistem ekskresi melalui stomata dan epidermis pada daun.
  2. Sistem organ pada manusia dan hewan
    1. Sistem pencernaan terdiri atas organ: mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.
    2. Sistem pernapasan terdiri atas organ: hidung, tenggorokan, paru-paru.
    3. Sistem saraf terdiri atas organ: otak, sumsum tulang belakang, serabut saraf.
    4. Sistem ekskresi/ pengeluaran terdiri atas organ: hati, paru-paru, ginjal, kulit.
    5. Sistem peredaran darah terdiri atas organ: jantung, pembuluh darah, darah.

E. ORGANISME
            Organisme adalah beberapa sistem yang bekerja sama  misal manusia, hewan, tumbuhan.
Agar organisme dapat melakukan kegiatan hidupnya, organ-organ tubuhnya harus lengkap dan bekerja dengan baik. Jika salah satu organ terganggu maka kerja organ lainnya juga terganggu.
Skema penyusunan tubuh organisme.

 

Blogger news

Blogroll

About